Selasa, 09 Mei 2017

review jurnal pendidikan


 
REVIEW JURNAL PENDIDIKAN
Judul Jurnal                 :ANALISIS MODEL-MODEL PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK USIA ANAK-ANAK, REMAJA DAN DEWASA
Nama Jurnal                :  Pendidikan Karakter Anak
Penulis                         :  Endang Mulyatiningsih
Tahun terbit                  : 2011
Volume Jurnal              : 18 halaman
Tujuan peneltian         : bertujuan untuk menganalisis kembali model-model pendidikan karakter yang efektif pada usia anak-anak, remaja dan dewasa
Populasi dan sampel    : populasinya semua anak-anak, remaja dan dewasa. Sampelnya sebagian anak-anak, remaja dan dewasa.

Hasil penelitian           : model pendidikan karakter yang efektif dibangun dari iklim sekolah adalah yang kondusif untuk berkembangnya karakter positif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan cerita bergambar dan metode bermain peran efektif untuk meningkatkan pengamalan nilai 8 kejujuran, kesabaran, dan ketaatan beribadah, serta keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak, membaca dan berbicara). Model pembelajaran IPA berbasis karakter dan pendekatan ARCS (attention, relevance, confidence, dan satisfaction) terbukti efektif untuk meningkatkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan ketaatan beribadah, serta hasil belajar IPA/IPS.
Kutipan            :Mulyatiningsih, Endang. "Analisis Model-Model Pendidikan Karakter untuk Usia Anak-Anak, Remaja dan Dewasa." Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta (2011).
Komentar        :Pendidikan karakter telah lama menjadi perhatian pemerintah.Dalam  Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 (satu) antara lain disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan karakter ini menjadi tugas semua kalangan, terlebih pendidik sendiri. Pendidik harus berkarakter terlebih dahulu sebelum mendidik siswa akan pendidikan karakter. Sebab pendidik disini sebagai suri tauladan bagi siswanya. Dengan demikian nilai-nilai karakter akan lebih mudah ditanamkan pada siswa.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sering menjadi panutan dalam berbagai hal termasuk panutan dalam mendidik karakter. Pendidikan karakter di sekolah disesuaikan dengan tingkat usia perkembangan mental peserta didik. Setiap jenjang sekolah memiliki model pendidikan karakter yang berbeda, sebab disesuaikan dengan tingkat usia siswa. menjadi tugas pendidik untuk menyiapkan, menyediakan lingkungan belajar untuk membentuk, mengembangkan pendidikan karakter pada siswa. sebab pendidikan karakter akan terbentuk melalui pembiasaan dan lingkungan yang mendukung. Model-model pembelajaran banak yang meningkatkan nilai-nilai karakter siswa, seperti pelajaran IPA dengan pendekatan ARCS. Dimana metode ini mampu meningkatkan nilai-nilai kejujuran, nilai-nilai tanggung jawab dll.
 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

review jurnal pendidikan