Selasa, 09 Mei 2017



REVIEW FILM 99 KALI RINDU
Film yang berjudul 99 Kali Rindu ini adalah film yang bercorak islami. Dalam film ini terdapat aktor-aktor seperti Wawa Zainal yang memerankan sebagai tokoh yang bernama Fatin Qalbie, Aeril Zafril yang memerankan sebagai tokoh yang bernama Attar, Afiera Riana yang memerankan sebagai aktor yang bernama Zazlena, Adey Syafrien yang memerankan sebagai aktor yang bernama Miqdad, Eddy Rauf, Niezam Zaidi, Siti Aziz dan lain sebagainya. Film ini merupakan kelanjutan dari film yang berjudul 7 Petala cinta dengan aktor yang sama.
Film 99 Kali Rindu menceritakan kisah seorang lelaki bernama Attar yang baru ditinggal oleh isterinya,Saidatul Nafisa karena meninggal dunia. kemudian, Attar pergi berhijrah untuk menghilangkan kesedihan yang ditanggungnya. Di tempat baru yang Attar tinggali, ia bertemu dua wanita Fatin Qalbie dan Zazlena.
Pertemuan Qalbie dan Attar terjadi pada saat Qalbie sedang berjalan bersama sahabatnya di sebuah taman di Desa Mahbubat. Ketika itu Attar dan sahabatnya sedang duduk sambil asyik bermain pantun. Qalbie dan temannya yang mendengar percakapan itu ikut menanyakan terkait pantun yang dimainkan. Setelah pertemuan itu, Qalbie pun mulai penasaran dengan Attar. Ketika Qalbi menjadi penyiar radio dalam sebuah acara keislaman dan Attar sebagai pemateri ceramah. Kata-kata yang diucapkan oleh Attar membuat hati Qalbi tersentuh. Disinilah Qalbie semakin yakin bahwa Attar adalah suami idaman Qalbie. Karena melihat kata-kata Attar yang santun dan mampu menyentuh hati bagi siapapun yang mendengarnya, Attar pun diundang untuk mengisi curhat dalam sebuah radio yang dibawakan oleh Qalbi.
Suatu malam ketika Fatin Qalbie sedang mengendarai mobil, ia dihadang oleh segerombolan pemuda yang sedang mabuk. Namun Fatin Qalbie bernasib baik karena Attar menyelamatkannya. Attar meminta Qalbi untuk meninggalkan tempat kejadian demi keselamatannya. Namun ketika Attar hendak lari menyelamatkan diri, sebuah mobil yang dikendarai oleh Zazlena yang melaju dengan cepat tidak sengaja menabrak Attar yang sedang menyeberang jala raya karena dikejar-kejar preman tadi. Disinilah pertemuan Attar dengan Zazlena.
Rasa bersalah Zazlena membuat Attar dirawat di rumahnya hingga ia sembuh. Miqdad, kakak dari Zazlena menceritakan kepada Attar mengenai penyakit diidap adiknya. Dimana Zazlena sudah putus harapan untuk hidup, sebab penyakitnya sudah parah dan tak kunjung sembuh. Namun setelah Zazlena mengenal Attar, ia seakan mendapat semangat baru darinya. Berkat nasehat-nasehat yang diberikan Attar kepadanya, ia kembali semangat untuk kesembuhannya. Ia juga semakin rajin semangat beribadah serta memohon ampunan Allah SWT.
Sejak kejadian itu Qalbie tak pernah lagi bertemu dengan Attar. Rindu Qalbie kepada Attar semakin mendalam. Begitu besarnya cinta Qalbie kepada Attar. Demi menemukan cintanya, Qalbie bergegas mencari Attar, dengan menempelkan lembaran-lembaran kertas yang bertuliskan “Di cari orang hilang”. Saat Qalbie sedang mencari Attar, ada pemuda yang mencoba menggodanya. Namun apalah daya, pemuda itu menodai Qalbie. Semenjak kejadian itu, Qalbie merasa tak pantas lagi buat Attar, lelaki yang dianggapnya berhati malaikat. Kejadian itu membuat Qalbie dirawat di rumah sakit. Tanpa sengaja sahabat Qalbie bertemu dengan Attar. Sahabat Qalbie menceritakan apa yang telah terjadi dengan Qalbie dan meminta Attar untuk menemui Qalbie. Tapi tidak tahu mengapa Attar menemui Qalbi dengan waktu yang singkat. Attar lebih memilih untuk menemui Zazlena yang saat itu sedang terbaring di rumah sakit di mana Qalbie dirawat. Sungguh terpukul hati Qalbie melihat kejadian ini. Miqdad abang kandung Zazlena pada saat itu menemui Qalbie dan menceritakan kepada Qalbi bahwa adiknya juga mencintai Attar. Hanya beberapa hari saja adiknya hidup di dunia ini. Akhirnya adik Miqdad pun menghembuskan nafas terakhirnya. Attar pun memutuskan untuk pergi dari kehidupan Qalbie dan Zazlena. Tidak ada satupun yang dipilih oleh Attar untuk menjadi kekasihnya.
Banyak yang bisa kita contoh dari film ini, yaitu nilai keislaman. Kata-kata yang santun, indah, penuh makna dan bernilaikan keislaman membuat hati kita tergugah. Setiap yang berlaku adalah dengan kekuasaan Allah. Kita hanya mampu merancang, kalau Allah tak izinkan ia tidak akan terjadi. Kita kena percaya dengan Qada’ dan Qadar.

1 komentar:

  1. Apa masih ada kelanjutan dari film 99 kali rindu. Apa judulnya.

    BalasHapus

review jurnal pendidikan