REVIEW FILM 99 KALI RINDU
Film yang berjudul 99 Kali Rindu ini adalah film yang bercorak
islami. Dalam film ini terdapat aktor-aktor seperti Wawa Zainal yang memerankan
sebagai tokoh yang bernama Fatin Qalbie, Aeril Zafril yang memerankan sebagai
tokoh yang bernama Attar, Afiera Riana yang memerankan sebagai aktor yang
bernama Zazlena, Adey Syafrien yang memerankan sebagai aktor yang bernama Miqdad,
Eddy Rauf, Niezam Zaidi, Siti Aziz dan lain sebagainya. Film ini merupakan kelanjutan
dari film yang berjudul 7 Petala cinta dengan aktor yang sama.
Film 99 Kali Rindu menceritakan kisah seorang lelaki bernama Attar yang
baru ditinggal oleh isterinya,Saidatul Nafisa karena meninggal dunia. kemudian,
Attar pergi berhijrah untuk menghilangkan kesedihan yang ditanggungnya. Di
tempat baru yang Attar tinggali, ia bertemu dua wanita Fatin Qalbie dan
Zazlena.
Pertemuan
Qalbie dan Attar terjadi pada saat Qalbie sedang berjalan bersama sahabatnya di
sebuah taman di Desa Mahbubat. Ketika itu Attar dan sahabatnya sedang duduk
sambil asyik bermain pantun. Qalbie dan temannya yang mendengar percakapan itu
ikut menanyakan terkait pantun yang dimainkan. Setelah pertemuan itu, Qalbie
pun mulai penasaran dengan Attar. Ketika Qalbi menjadi penyiar radio dalam
sebuah acara keislaman dan Attar sebagai pemateri ceramah. Kata-kata yang
diucapkan oleh Attar membuat hati Qalbi tersentuh. Disinilah Qalbie semakin
yakin bahwa Attar adalah suami idaman Qalbie. Karena melihat kata-kata Attar
yang santun dan mampu menyentuh hati bagi siapapun yang mendengarnya, Attar pun
diundang untuk mengisi curhat dalam sebuah radio yang dibawakan oleh Qalbi.
Suatu
malam ketika Fatin Qalbie sedang mengendarai mobil, ia dihadang oleh
segerombolan pemuda yang sedang mabuk. Namun Fatin Qalbie bernasib baik karena
Attar menyelamatkannya. Attar meminta Qalbi untuk meninggalkan tempat kejadian
demi keselamatannya. Namun ketika Attar hendak lari menyelamatkan diri, sebuah
mobil yang dikendarai oleh Zazlena yang melaju dengan cepat tidak sengaja menabrak
Attar yang sedang menyeberang jala raya karena dikejar-kejar preman tadi.
Disinilah pertemuan Attar dengan Zazlena.
Rasa bersalah Zazlena membuat Attar dirawat di rumahnya hingga ia
sembuh. Miqdad, kakak dari Zazlena menceritakan kepada Attar mengenai penyakit
diidap adiknya. Dimana Zazlena sudah putus harapan untuk hidup, sebab
penyakitnya sudah parah dan tak kunjung sembuh. Namun setelah Zazlena mengenal
Attar, ia seakan mendapat semangat baru darinya. Berkat nasehat-nasehat yang
diberikan Attar kepadanya, ia kembali semangat untuk kesembuhannya. Ia juga
semakin rajin semangat beribadah serta memohon ampunan Allah SWT.
Sejak
kejadian itu Qalbie tak pernah lagi bertemu dengan Attar. Rindu Qalbie kepada
Attar semakin mendalam. Begitu besarnya cinta Qalbie kepada Attar. Demi
menemukan cintanya, Qalbie bergegas mencari Attar, dengan menempelkan
lembaran-lembaran kertas yang bertuliskan “Di cari orang hilang”. Saat Qalbie
sedang mencari Attar, ada pemuda yang mencoba menggodanya. Namun apalah daya,
pemuda itu menodai Qalbie. Semenjak kejadian itu, Qalbie merasa tak pantas lagi
buat Attar, lelaki yang dianggapnya berhati malaikat. Kejadian itu membuat
Qalbie dirawat di rumah sakit. Tanpa sengaja sahabat Qalbie bertemu dengan
Attar. Sahabat Qalbie menceritakan apa yang telah terjadi dengan Qalbie dan
meminta Attar untuk menemui Qalbie. Tapi tidak tahu mengapa Attar menemui Qalbi
dengan waktu yang singkat. Attar lebih memilih untuk menemui Zazlena yang saat
itu sedang terbaring di rumah sakit di mana Qalbie dirawat. Sungguh terpukul
hati Qalbie melihat kejadian ini. Miqdad abang kandung Zazlena pada saat itu
menemui Qalbie dan menceritakan kepada Qalbi bahwa adiknya juga mencintai
Attar. Hanya beberapa hari saja adiknya hidup di dunia ini. Akhirnya adik
Miqdad pun menghembuskan nafas terakhirnya. Attar pun memutuskan untuk pergi
dari kehidupan Qalbie dan Zazlena. Tidak ada satupun yang dipilih oleh Attar
untuk menjadi kekasihnya.
Banyak
yang bisa kita contoh dari film ini, yaitu nilai keislaman. Kata-kata yang
santun, indah, penuh makna dan bernilaikan keislaman membuat hati kita
tergugah. Setiap yang berlaku adalah dengan kekuasaan Allah. Kita hanya mampu
merancang, kalau Allah tak izinkan ia tidak akan terjadi. Kita kena percaya
dengan Qada’ dan Qadar.

Apa masih ada kelanjutan dari film 99 kali rindu. Apa judulnya.
BalasHapus