Selasa, 09 Mei 2017



Indahnya Sebuah Mentoring
“Mentoring  yuk!” kalo nggak “jam  berapa mau mentoring nih?”, kalimat yang marak diucapkan oleh para siswa SMA maupun SMK  saat ini. Subhanallah...ditengah zaman yang rusak ini, masih banyak  pelajar muslim yang menegakkan dan  membela agama islam. Dimana terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dari sebuah majelis  mentoring.
Aku mengenal mentoring waktu duduk dibangku  kelas X ini . Diawali seorang teman yang menawariku ikut mentoring. Apa itu mentoring? mentoring  itu forum  pertemuan pekanan sebagai sarana pengantar menuju fase syakhsiyah islamiyah (kepribadian muslim) dan takwiniyah  (fase pembentukan kepribadian). Didalamnya terdapat seorang murobbi atau  mentor dan peserta. Yang mana terdapat 5-6 peserta dalam satu kelompok.
Walau badan dirasa letih, dan rasa  lapar  tak  tertahankan, tak menyurutkan semangatku untuk tetap berangkat mentoring. Kami dengan senang hati tetap berada di sekolah demi suatu ilmu agama yang tak ternilai. Mungkin mereka yang belum tahu apa itu mentoring, beranggapan bahwa suatu hal yang menyia-nyiakan waktu saja. Namun insyaAllah bagi kita, mentoring merupakan suatu majelis dimana kita mendapatkan ilmu agama yang mampu menyukseskan kehidupan dunia dan diakhirat nantinya.

Pertemuan  pertama begitu mengesankan. Seorang mentor yang solehah dan begitu ramah menyapa kami, memulai perkenalan dan mengajak diskusi ringan yang menyenangkan. Dan kamipun antusias mengikuti jalannya mentoring. Sejak itu aku rutin mengikuti kajian untuk memperdalam ilmu agama.
Alhamdulillah dengan diadakannya mentoring di sekolahku yang mulanya banyak siswi yang belum berhijab, kini mereka berlomba dalam berhijab. Perilaku dan tutur kata pun mulai diperbaiki. Seperti halnya lagu ini...
Oohh..muslimah busanamu menutup rapi
Aurat kau lindungi dengan indahnya
Oohh..muslimah kau rajin mengaji
Islam kau jadikan tuntunan sejati
Adanya mentoring ini, telah banyak membawa manfaat. Dimana pada saat ini moral muslimin dijajah oleh kaum zionis. Semoga dengan adanya kajian rutin ini dapat menjadi perisai diri. Diberi pula keistiqamahan dalam menjalani majelis yang insyaAllah dirahmati dan dilindungi Allah ini. Aamiin.
Jadilah anda, orang yang kehadirannya diharapkan, suaranya didengar, kebaikannya ditiru, dan gagasannya dilanjutkan. Seperti halnya seorang mentor yang kehadirannya sangat diharapkan, karena ilmu yang dibawanya. Akupun ingin masuk dalam golongan orang diatas. Mentoring telah membiasakanku untuk selalu menyebarluaskan ilmu agama walau seberat zahra.
Berawal dari diriku sendiri, marilah teman-teman kita bersama-sama ikut mentoring. Yakinlah bahwa tak akan sia-sia langkah ini. Marilah diri kita perkaya dengan ilmu dan wawasan, jika ingin menggenggam dunia. Ingat teman, barang siapa yang tidak menyibukkan diri dalam kebaikan, niscaya ia akan disibukkan dalam keburukan.
Saat kenaikan kelas, aku dan teman-teman satu kelompok ditugasi sebagai asmen (asisten mentor). Namun berhubung di tempatku  juga diamanahi untuk mengajar anak TPA, dengan berat hati aku mengundurkan diri. Inilah jalan yang harus kutempuh, karena banyak cara untuk beramal. Rasulullah bersabda “sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.
Tak hanya mentoring, aku ikut pula beberapa kegiatan seperti ROHIS sebagai wakil bendaharanya, FIKR Sleman Barat, KTAPEL, dan Komunitas Kepenulisan. Meskipun aku  tak dapat rutin menghadiri, karena bersamaan dengan kegiatan yang lain. Namun tak membuat semangatku menurun untuk selalu mencari wawasan dan pengalaman.

Satu hal yang membuatku bertahan dalam lingkaran ini adalah teman-teman satu kelompok yang sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri, disini kami saling menyemangati, mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan.dan seorang mentor yang selalu meng-upgrade kemampuan kami, baik keilmuan umum terlebih masalah agama.

Jazakumullah khairan katsiran kakak-kakak mentor dari Sembada Cendekia, karena hadirmu telah membuat perubahan pada kami menjadi lebih baik dalam segi agama. Semoga Allah selalu mengiringi langkah kita. Keinginanku untuk melanjutkan gagasan gagasan besar kakak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

review jurnal pendidikan