Indahnya Sebuah Mentoring
“Mentoring yuk!” kalo nggak “jam
berapa mau
mentoring nih?”, kalimat yang marak diucapkan oleh para siswa SMA maupun
SMK saat ini. Subhanallah...ditengah
zaman yang rusak ini, masih banyak pelajar muslim
yang menegakkan dan membela agama islam. Dimana terdengar lantunan
ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dari sebuah majelis mentoring.
Aku mengenal mentoring waktu duduk dibangku kelas X ini . Diawali seorang teman yang
menawariku ikut mentoring. Apa itu mentoring? mentoring itu forum
pertemuan pekanan sebagai sarana pengantar menuju fase syakhsiyah
islamiyah (kepribadian muslim) dan takwiniyah (fase pembentukan
kepribadian). Didalamnya terdapat seorang murobbi atau mentor
dan peserta. Yang mana terdapat 5-6 peserta dalam satu kelompok.
Walau badan dirasa letih, dan rasa
lapar
tak tertahankan, tak menyurutkan semangatku untuk tetap berangkat mentoring. Kami dengan
senang hati tetap berada di sekolah demi suatu ilmu agama yang tak ternilai. Mungkin mereka yang belum
tahu apa itu mentoring, beranggapan bahwa suatu hal yang menyia-nyiakan waktu
saja. Namun insyaAllah bagi kita, mentoring merupakan suatu majelis dimana kita
mendapatkan ilmu agama yang mampu menyukseskan kehidupan dunia dan diakhirat
nantinya.
Pertemuan pertama
begitu mengesankan. Seorang mentor yang solehah dan begitu ramah menyapa kami,
memulai perkenalan dan mengajak diskusi ringan yang menyenangkan. Dan kamipun
antusias mengikuti jalannya mentoring. Sejak itu aku rutin mengikuti kajian
untuk memperdalam ilmu agama.
Alhamdulillah dengan diadakannya mentoring di sekolahku
yang mulanya banyak siswi yang belum berhijab, kini mereka berlomba dalam berhijab.
Perilaku dan tutur kata pun mulai diperbaiki. Seperti halnya lagu ini...
Oohh..muslimah busanamu menutup rapi
Aurat kau lindungi dengan indahnya
Oohh..muslimah kau rajin mengaji
Islam kau jadikan tuntunan sejati
Adanya mentoring ini, telah banyak membawa manfaat.
Dimana pada saat ini moral muslimin dijajah
oleh kaum zionis. Semoga dengan adanya kajian rutin ini dapat menjadi perisai
diri. Diberi
pula keistiqamahan dalam menjalani majelis
yang insyaAllah dirahmati dan dilindungi Allah ini. Aamiin.
Jadilah anda, orang yang kehadirannya diharapkan,
suaranya didengar, kebaikannya ditiru, dan gagasannya dilanjutkan. Seperti
halnya seorang mentor yang kehadirannya sangat diharapkan, karena ilmu yang
dibawanya. Akupun ingin masuk dalam
golongan orang diatas. Mentoring telah
membiasakanku untuk selalu menyebarluaskan ilmu agama walau seberat zahra.
Berawal dari diriku
sendiri, marilah teman-teman kita bersama-sama ikut mentoring. Yakinlah bahwa
tak akan sia-sia langkah ini. Marilah diri kita perkaya dengan ilmu dan
wawasan, jika ingin menggenggam dunia. Ingat teman, barang siapa yang
tidak menyibukkan diri dalam kebaikan, niscaya ia akan disibukkan dalam
keburukan.
Saat kenaikan
kelas, aku dan teman-teman satu kelompok ditugasi sebagai asmen (asisten
mentor). Namun berhubung di tempatku juga diamanahi untuk mengajar anak TPA, dengan
berat hati aku mengundurkan diri. Inilah jalan yang harus kutempuh, karena
banyak cara untuk beramal. Rasulullah bersabda “sebaik-baik kamu adalah orang
yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain.
Tak hanya mentoring, aku ikut pula
beberapa kegiatan seperti ROHIS sebagai wakil bendaharanya, FIKR Sleman Barat,
KTAPEL, dan Komunitas Kepenulisan.
Meskipun aku tak dapat rutin menghadiri,
karena bersamaan dengan kegiatan
yang lain. Namun tak membuat semangatku menurun
untuk selalu mencari wawasan dan pengalaman.
Satu hal yang
membuatku bertahan dalam lingkaran ini adalah teman-teman satu kelompok yang
sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri, disini kami saling menyemangati,
mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan.dan seorang mentor yang selalu
meng-upgrade kemampuan kami, baik keilmuan umum terlebih masalah agama.
Jazakumullah
khairan katsiran kakak-kakak mentor dari Sembada Cendekia, karena hadirmu telah
membuat perubahan pada kami menjadi lebih baik dalam segi agama. Semoga
Allah selalu mengiringi langkah kita. Keinginanku
untuk melanjutkan gagasan gagasan besar kakak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar